Profil Gabriel Jesus Penyerang Manchester City yang Religius dan Sayang Keluarga

Profil Gabriel Jesus

Selain memiliki Sergio Agüero, Manchester City juga memiliki satu penyerang berbakat lain dalam skuadnya. Ia adalah Gabriel Fernando de Jesus atau biasa akrab disapa Gabriel Jesus. Jesus adalah penyerang asal Brazil dan Manchester City. Bagi yang penasaran, berikut adalah profil Gabriel Jesus.

Masa Kecil

Profil Gabriel Jesus kali ini dibuka dengan kisah masa kecilnya. Gabriel Jesus dilahirkan pada tanggal 3 April 1997 di São Paulo, Brazil dan merupakan anak ke-4 pasangan Vera Lúcia Jesus (Ibu) dan Diniz de Jesus (Ayah). Jesus kecil tumbuh di kawasan Jardim Peri yang penuh dengan kriminalitas dan kekerasan. Untuk itu, sang ibu selalu berpesan kepada Jesus untuk menjaga pergaulannya.

Seperti mayoritas anak lainnya, Jesus mulai bermain sepakbola di jalanan sekitar kediamannya. Saat itu, ia juga diketahui gemar menonton pertandingan klub asal Brazil, Corinthians bersama rekan-rekan setimnya. Awalnya, ia bermain sebagai gelandang, tapi kemudian berganti posisi sebagai penyerang seperti idolanya, Ronaldo Luís Nazário de Lima.

Perjalanan Karir

Setelah bermain sepakbola jalanan, Gabriel Jesus berusaha lebih serius menekuni hobinya bermain sepakbola. Ia kemudian bergabung dengan klub amatir, Associação Atlética Anhanguera. Dalam turnamen lokal U-15, Jesus tampil impresif dengan mencetak 29 gol untuk Anhanguera Associação Paulista.

Pada tahun 2013, Jesus menandatangani kontrak junior bersama Palmeiras dan berhasil tampil impresif bersama tim junior dengan mencatatkan 54 gol hanya dalam 48 laga. Awal 2014, ia menandatangani kontrak pertamanya untuk tim senior. Kemudian, pada tahun 2015, ia melakoni debutnya untuk tim Brazil dalam laga melawan CA Bragantino.

Di musim yang sama, Jesus berhasil mendapat penghargaan Prêmio Craque do Brasileirão, penghargaan yang diberikan untuk pendatang baru terbaik di sepakbola Brazil. Ia juga memenangkan gelar Copa do Brasil pada tahun yang sama. Semusim berselang, Jesus membawa Palmeiras menjuarai Campeonato Brasileiro Série A.

Menyusul performa impresifnya di Brazil, Jesus kemudian bergabung dengan Manchester City pada tahun 2017 dengan biaya transfer diperkirakan sekitar 32 juta euro. Selama memperkuat City, ia sukses meraih sejumlah gelar. Di antaranya adalah Premier League, EFL Cup dan FA Cup.

Belakangan ini, cederanya Sergio Agüero menjadi berkah tersendiri bagi Jesus yang mendapat kesempatan main lebih sering. Jesus sejauh ini telah tampil enam kali, empat kali di Premier League dan dua sisanya di Liga Champions. Pemain berusia 23 tahun itu juga telah mengemas tiga gol dan satu assist dari enam penampilannya tersebut.

Tak cuma sukses di klub, Jesus juga berhasil meraih kesuksesan bersama timnas Brazil. Di level junior, Jesus memenangkan berbagai gelar bergengsi. Seperti gelar juara FIFAU-20 World Cup 2015 dan meraih medali emas di Olimpiade 2016. Ia ikut serta memperkuat Brazil di Piala Dunia 2018 dan membawa Tim Samba menangi Copa América tahun 2019.

Kehidupan di Luar Lapangan

Sejak kecil, Jesus dan keluarganya merupakan keluarga yang sangat religius. Nomor 33 yang ia pakai menjadi salah satu bukti bahwa Jesus adalah orang yang religius. Ia memilih nomor 33 untuk mengenang Yesus Kristus yang dipercaya disalib pada umur 33 tahun. Selain religius, Jesus juga merupakan orang yang sangat mencintai keluarga, terutama ibunya.

Setiap kali mencetak gol, Jesus melakukan selebrasi dengan memperlihatkan gestur sedang menelpon. Ia menamai selebrasi ini ‘Alô-mãe’ yang berarti ‘Halo Ibu’ dalam bahasa Indonesia. Jesus melakukan selebrasi ini karena ia mengaku bahwa ibunya selalu menelponnya tiap kali berhasil mencetak gol ke gawang lawan.

 

 

READ  Profil Paulo Dybala, Sang Permata Argentina

About the Author: Cancan Mr

You might like